Kemenag Catat 230 Ribu Peserta OMI 2026, Partisipasi Siswa Sekolah Umum Melonjak

Ajang Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026 Kemenag mencatatkan rekor partisipasi baru dengan total pendaftar mencapai 230.123 siswa dari seluruh Indonesia. Angka pendaftaran nasional ini melonjak 12,7 persen jika dibandingkan dengan penyelenggaraan OMI 2025 yang menampung 204.222 peserta.

Lonjakan ini menegaskan tingginya antusiasme pelajar dalam menguji kemampuan akademis dan sains. Sebanyak 229.593 peserta atau 99,8 persen di antaranya berhasil lolos tahap verifikasi berkas.

Pertumbuhan jumlah peserta melintasi batas sekolah keagamaan. Ribuan pelajar sekolah umum ikut ambil bagian dalam ajang tahunan ini.

Kementerian Agama memfasilitasi kompetisi ini sebagai wadah pengembangan talenta nasional. Program ini menjangkau seluruh provinsi di Indonesia.

Apa Itu OMI 2026 Kemenag

Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026 Kemenag merupakan ajang kompetisi sains dan riset tahunan yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Kompetisi ini terbuka untuk seluruh pelajar madrasah dan sekolah umum dari jenjang dasar hingga menengah.

Melalui ajang ini, pemerintah berupaya membangun wadah pembinaan prestasi yang berkelanjutan bagi generasi muda. Seluruh proses pelaksanaan dirancang secara terbuka.

Animo siswa tahun ini sangat tinggi. Hal ini membuktikan bahwa semangat berkompetisi semakin merata di berbagai daerah.

Kementerian Agama menyediakan berbagai cabang perlombaan untuk menampung bakat para siswa. Bidang yang diperlombakan mencakup bidang sains terintegrasi serta bidang riset ilmiah.

Berapa Jumlah Peserta OMI 2026

Jumlah pendaftar OMI 2026 Kemenag mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini terjadi baik pada jumlah pendaftar awal maupun peserta yang lolos tahap verifikasi data.

Dari total 230.123 pendaftar, mayoritas peserta berhasil memenuhi persyaratan administrasi yang ditentukan panitia. Kenaikan peserta yang lolos verifikasi mencapai 13,6 persen dibanding OMI 2025.

Berikut adalah rincian data partisipasi peserta OMI 2026 Kemenag:

  • Total Pendaftar OMI 2026: 230.123 siswa (naik 12,7 persen dari OMI 2025 sebanyak 204.222 siswa).
  • Peserta Lolos Verifikasi OMI 2026: 229.593 siswa atau 99,8 persen (naik 13,6 persen dari OMI 2025 sebanyak 202.117 siswa).
  • Total Lembaga Pendidikan Terlibat: Lebih dari 33.000 sekolah dan madrasah.
  • Cakupan Wilayah: 34 provinsi di seluruh Indonesia.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Amien Suyitno menilai kenaikan ini sebagai sinyal positif bagi dunia pendidikan. Ruang pengembangan kompetensi siswa kini makin diminati secara luas.

“Peningkatan partisipasi ini tentu menjadi kabar baik bagi pendidikan madrasah dan pendidikan Indonesia secara keseluruhan. Bertambahnya peserta berarti semakin banyak potensi dan talenta anak bangsa yang berhasil kita identifikasi dan berikan ruang untuk berkembang,” ujar Amien Suyitno di Jakarta, Sabtu (5/9/2026).

Amien menekankan bahwa OMI bukan sebatas panggung persaingan untuk memperebutkan gelar juara semata. Ajang ini merupakan bagian integral dari pembinaan bakat peserta didik.

“Kompetisi adalah salah satu pintu masuk. Yang lebih penting adalah bagaimana kita menemukan anak-anak yang memiliki potensi, kemudian memberikan pembinaan yang tepat agar potensi tersebut berkembang menjadi prestasi,” jelas Guru Besar UIN Raden Fatah Palembang tersebut.

Mengapa Siswa Sekolah Umum Meningkat

Salah satu fenomena paling menonjol dalam OMI 2026 Kemenag adalah lonjakan drastis dari partisipasi murid sekolah umum. Peningkatan ini menunjukkan bahwa OMI semakin diterima sebagai ajang berskala nasional yang inklusif.

Siswa dari SD, SMP, hingga SMA non-madrasah berbondong-bondong mendaftarkan diri. Fenomena ini memperluas jangkauan pembinaan talenta di luar lingkungan pendidikan keagamaan.

Data perkembangan partisipasi siswa sekolah umum mencakup beberapa poin utama:

  • Jumlah Peserta Sekolah Umum OMI 2026: 13.271 siswa (SD, SMP, SMA).
  • Jumlah Peserta Sekolah Umum OMI 2025: 9.612 siswa.
  • Pertumbuhan Partisipasi: Bertambah 3.659 peserta atau naik 38,1 persen.

Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Nyayu Khodijah mengapresiasi keterlibatan murid sekolah umum ini. Keterlibatan lintas jalur pendidikan ini memperkaya iklim kompetisi.

“OMI terus berkembang menjadi ruang kompetisi yang inklusif. Peserta tidak hanya berasal dari madrasah, tetapi juga dari sekolah umum. Ini menunjukkan bahwa semangat untuk berprestasi dan mengembangkan potensi tidak mengenal batas satuan pendidikan,” ujar Nyayu Khodijah.

Nyayu menambahkan bahwa hadirnya peserta sekolah umum memperluas jangkauan penjaringan bibit unggul. Peluang menemukan talenta tersembunyi dari berbagai daerah kini semakin terbuka lebar.

“Kami ingin OMI menjadi ruang bersama untuk menemukan talenta-talenta terbaik. Karena itu, semakin luas partisipasinya, semakin besar pula peluang kita menemukan potensi peserta didik dari berbagai daerah dan latar belakang pendidikan,” jelas Mantan Rektor UIN Raden Fatah itu.

Bagaimana Distribusi Peserta Tiap Provinsi

Penyelenggaraan OMI 2026 Kemenag berhasil menjangkau peserta dari 34 provinsi di Indonesia. Partisipasi tidak hanya bertumpu pada wilayah Jawa, melainkan menyebar hingga ke berbagai pulau luar Jawa.

Pulau Jawa masih mendominasi jumlah pendaftar terbesar secara nasional. Tiga provinsi di Jawa menyumbang hampir separuh dari total pendaftar OMI tahun ini.

Rincian partisipasi daerah dengan jumlah peserta terbesar adalah sebagai berikut:

  • Jawa Timur: 41.685 peserta (peringkat pertama nasional).
  • Jawa Barat: 32.446 peserta (peringkat kedua nasional).
  • Jawa Tengah: 30.518 peserta (peringkat ketiga nasional).
  • Total Tiga Provinsi Jawa: 104.649 peserta (menyumbang 45,5 persen dari total nasional).

Partisipasi dari wilayah luar Pulau Jawa juga mencatatkan angka yang sangat memuaskan. Jumlah peserta luar Jawa naik pesat.

Beberapa provinsi di luar Jawa dengan pendaftar terbanyak antara lain:

  • Sulawesi Selatan: 12.850 peserta.
  • Sumatera Utara: 12.348 peserta.
  • Riau: 8.113 peserta.

Sebaran yang merata ini membuktikan bahwa sosialisasi program berhasil menjangkau pelosok negeri. Setiap daerah memiliki kesempatan yang sama.

Siapa Saja Peserta Tiap Jenjang

Sebaran peserta OMI 2026 Kemenag relatif seimbang di setiap tingkatan pendidikan. Mulai dari tingkat dasar hingga menengah atas, seluruh jenjang menunjukkan angka partisipasi yang kuat.

Keseimbangan ini mencerminkan keberhasilan pembinaan berjenjang sejak dini. Pola ini mendukung keberlanjutan pembinaan prestasi pelajar.

Komposisi peserta berdasarkan tingkat pendidikan terbagi sebagai berikut:

  • Tingkat MI/SD: 69.351 peserta.
  • Tingkat MTs/SMP: 75.987 peserta.
  • Tingkat MA/SMA: 72.776 peserta.

Nyayu Khodijah menyebutkan bahwa distribusi ini sangat ideal untuk penataan pembinaan jangka panjang. Pelajar yang terlatih sejak jenjang MI/SD akan memiliki fondasi kokoh di jenjang berikutnya.

“Komposisi peserta di tiga jenjang yang relatif seimbang menunjukkan bahwa minat terhadap kompetisi dan pembinaan prestasi tumbuh sejak pendidikan dasar. Ini menjadi modal penting untuk membangun pembinaan talenta yang berkelanjutan,” kata Direktur KSKK Madrasah.

Bagaimana Pengembangan Ekosistem Talenta Siswa

Kementerian Agama berkomitmen agar pertumbuhan jumlah peserta diimbangi peningkatan mutu layanan kompetisi. Setiap siswa yang berpartisipasi harus mendapatkan kesempatan pembinaan yang layak.

Penyelenggaraan kompetisi diposisikan sebagai langkah awal pencarian bakat. Tindak lanjut setelah ajang menjadi fokus utama pengelolaan talenta.

Dirjen Pendis Amien Suyitno mengingatkan pentingnya kesinambungan program pascakompetisi. Kemenag tidak ingin pembinaan berhenti saat acara kompetisi selesai.

“Pertumbuhan peserta harus kita maknai sebagai bertambahnya potensi talenta yang harus kita layani. Karena itu, tantangan kita ke depan bukan hanya menyelenggarakan kompetisi yang semakin baik, tetapi memastikan hasil kompetisi menjadi bagian dari proses pembinaan talenta secara berkelanjutan,” tutur Amien.

Amien berharap ajang ini menjadi sarana utama Kementerian Agama dalam melahirkan generasi unggul. Lulusan kompetisi diharapkan mampu mengharumkan nama bangsa di arena internasional.

“Kita ingin OMI menjadi pintu masuk bagi lahirnya generasi madrasah dan peserta didik Indonesia yang memiliki karakter, kompetensi dan prestasi. Dari kompetisi ini kita berharap muncul talenta-talenta yang kelak mampu membawa nama Indonesia di tingkat nasional maupun internasional,” pungkas Amien.

Apa Saja Fokus OMI Riset

Selain cabang sains, OMI 2026 Kemenag juga membuka cabang Riset untuk menguji kemampuan penelitian siswa. Cabang ini menarik minat ribuan pendaftar yang memiliki gagasan ilmiah inovatif.

Total pendaftar pada cabang riset tahun ini mencapai 9.130 peserta. Sebanyak 8.100 peserta telah menyelesaikan pendaftaran, sementara 1.030 peserta lainnya masih melengkapi draf berkas.

Kasubdit Kesiswaan Solla Taufiq menjelaskan bahwa angka pendaftaran riset mencerminkan budaya meneliti yang makin subur di kalangan siswa.

“Angka ini menunjukkan tingginya minat siswa madrasah untuk mengembangkan kemampuan riset dan menuangkan gagasan ilmiah melalui ajang kompetisi tingkat nasional,” imbuh Solla Taufiq.

Rincian pendaftar OMI Bidang Riset berdasarkan jenjang pendidikan terdiri atas:

  • Madrasah Aliyah (MA): 4.862 pendaftar.
  • Madrasah Tsanawiyah (MTs): 4.268 pendaftar.

Adapun pilihan pendaftar berdasarkan bidang kajian riset terbagi ke dalam tiga fokus utama:

  • Integrasi Keislaman dan Keilmuan (Ekoteologi): 3.553 pendaftar (paling diminati).
  • Sustainable Development Goals (SDGs): 3.384 pendaftar.
  • Transformasi Digital untuk Pembangunan Nasional: 2.193 pendaftar.

Solla menilai pilihan topik peserta menunjukkan kepedulian tinggi terhadap isu-isu global kontemporer. Siswa madrasah aktif menawarkan solusi ilmiah.

“Komposisi tersebut memperlihatkan kecenderungan peserta mengangkat riset yang bersinggungan dengan persoalan lingkungan, pembangunan berkelanjutan, dan pemanfaatan teknologi untuk menjawab tantangan masa kini,” pungkas Solla.

Penyelenggaraan OMI 2026 Kemenag terbukti berhasil memperluas jangkauan partisipasi sekaligus mengukuhkan posisinya sebagai sarana penemuan talenta muda potensial di Indonesia. Melalui peningkatan jumlah pendaftar dari madrasah maupun sekolah umum serta tingginya minat pada bidang sains dan riset, Kementerian Agama optimistis ajang ini mampu melahirkan generasi pembaharu yang siap bersaing di tingkat nasional maupun global.